Tim PKM UNM Masuk Sekolah, Edukasi Siswa SMK Negeri 4 Gowa soal Risiko Judi Online dan Pinjol

FINGERS, GOWA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Negeri 4 Gowa. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Literasi Digital dan Manajemen Diri sebagai Upaya Pencegahan Judi Online dan Pinjaman Online pada Siswa SMK.”

PKM ini diketuai oleh Dr. Muhammad Syafri, S.Pd., M.Si bersama tim dari Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNM, yakni Dr. Edwin Basmar, S.E., M.M, Andi Nur Wahyuningsih, S.E., M.Si, Hafid Sumarwadji, S.Pd., M.Si, serta Muh. Fardan Ngoyo, S.E., M.A.

Tim PKM UNM memberikan pemaparan kepada siswa SMK Negeri 4 Gowa.

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Syafri menekankan pentingnya peningkatan literasi digital di kalangan pelajar, khususnya untuk menghadapi maraknya praktik judi online dan pinjaman online yang semakin menyasar generasi muda. Beliau mengajak siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi digital serta tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan instan.

Kegiatan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa sebagian besar siswa telah memiliki smartphone dan akses internet, namun pemanfaatannya untuk kegiatan produktif masih tergolong rendah. Di sisi lain, paparan konten negatif seperti judi online semakin masif melalui media sosial, iklan digital, hingga pengaruh lingkungan pertemanan.

Tim pengabdi juga memaparkan data yang menunjukkan peningkatan signifikan transaksi judi online di Indonesia. Pada tahun 2023, nilai transaksi mencapai Rp327 triliun, meningkat 213% dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp104,4 triliun. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun 2018, terjadi lonjakan hingga 8.136,77%. Selain itu, ditemukan pula bahwa ratusan ribu remaja usia 17–19 tahun telah terlibat dalam aktivitas tersebut dengan nilai transaksi mencapai ratusan miliar rupiah.

Dalam pemaparan materi, dijelaskan bahwa judi online tidak hanya berdampak pada kerugian finansial, tetapi juga memicu masalah psikologis seperti kecanduan akibat stimulasi dopamin, tekanan emosional, hingga rusaknya hubungan sosial dan keluarga. Faktor penyebabnya meliputi pengaruh teman sebaya, promosi digital yang masif, serta keinginan memperoleh keuntungan secara instan.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait cara menghindari jebakan judi online dan langkah-langkah membangun manajemen diri yang baik. Tim PKM juga memberikan edukasi praktis seperti menghindari situs mencurigakan, menggunakan aplikasi pemblokir, serta meningkatkan kesadaran diri dalam penggunaan teknologi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa mampu mengembangkan sikap kritis, bijak dalam bermedia digital, serta memiliki kontrol diri yang kuat dalam menghadapi berbagai godaan di era digital.

Kegiatan PKM ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung pendidikan berkualitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui peningkatan kapasitas generasi muda.

Gowa – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Negeri 4 Gowa. Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Literasi Digital dan Manajemen Diri sebagai Upaya Pencegahan Judi Online dan Pinjaman Online pada Siswa SMK.”

PKM ini diketuai oleh Dr. Muhammad Syafri, S.Pd., M.Si bersama tim dari Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNM, yakni Dr. Edwin Basmar, S.E., M.M, Andi Nur Wahyuningsih, S.E., M.Si, Hafid Sumarwadji, S.Pd., M.Si, serta Muh. Fardan Ngoyo, S.E., M.A.

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Syafri menekankan pentingnya peningkatan literasi digital di kalangan pelajar, khususnya untuk menghadapi maraknya praktik judi online dan pinjaman online yang semakin menyasar generasi muda. Beliau mengajak siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi digital serta tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan instan.

Kegiatan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa sebagian besar siswa telah memiliki smartphone dan akses internet, namun pemanfaatannya untuk kegiatan produktif masih tergolong rendah. Di sisi lain, paparan konten negatif seperti judi online semakin masif melalui media sosial, iklan digital, hingga pengaruh lingkungan pertemanan.

Tim pengabdi juga memaparkan data yang menunjukkan peningkatan signifikan transaksi judi online di Indonesia. Pada tahun 2023, nilai transaksi mencapai Rp327 triliun, meningkat 213% dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp104,4 triliun. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun 2018, terjadi lonjakan hingga 8.136,77%. Selain itu, ditemukan pula bahwa ratusan ribu remaja usia 17–19 tahun telah terlibat dalam aktivitas tersebut dengan nilai transaksi mencapai ratusan miliar rupiah.

Dalam pemaparan materi, dijelaskan bahwa judi online tidak hanya berdampak pada kerugian finansial, tetapi juga memicu masalah psikologis seperti kecanduan akibat stimulasi dopamin, tekanan emosional, hingga rusaknya hubungan sosial dan keluarga. Faktor penyebabnya meliputi pengaruh teman sebaya, promosi digital yang masif, serta keinginan memperoleh keuntungan secara instan.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait cara menghindari jebakan judi online dan langkah-langkah membangun manajemen diri yang baik. Tim PKM juga memberikan edukasi praktis seperti menghindari situs mencurigakan, menggunakan aplikasi pemblokir, serta meningkatkan kesadaran diri dalam penggunaan teknologi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa mampu mengembangkan sikap kritis, bijak dalam bermedia digital, serta memiliki kontrol diri yang kuat dalam menghadapi berbagai godaan di era digital.

Kegiatan PKM ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung pendidikan berkualitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui peningkatan kapasitas generasi muda.

Comment