FINGERS.NEWS- Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).
Pembukaan ini menandai dimulainya operasional sekolah berasrama yang menjadi program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Acara dihadiri Wabup Takalar, Hengky Yasin, Sekda Takalar, Muhamma Hasbi, Wakil Ketua I DPRD Takalar, unsur Forkopimda, perwakilan Kemensos RI, PPK Kementerian PUPR, Kepala Dinsos Sulsel, pimpinan OPD, para camat, kepala sekolah, tenaga pendidik, wali asuh serta ratusan orang tua siswa.
Perwakilan Kemensos RI mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar dalam merealisasikan program Sekolah Rakyat. Dari sembilan lokasi Sekolah Rakyat di Sulsel, Takalar menjadi salah satu dari tiga daerah yang lebih dahulu memulai MPLS bersama Kota Makassar dan Kabupaten Sidrap.
Sementara itu, PPK Kementerian PUPR menyampaikan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Takalar telah mencapai progres sekitar 85%. Meski masih terdapat sejumlah pekerjaan penyelesaian, fasilitas utama dinilai telah siap mendukung proses belajar mengajar.
Dalam sambutannya, Bupati Daeng Manye mengatakan, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan hasil perjuangan panjang pemerintah daerah untuk memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis.
Upaya ini membuahkan hasil dengan ditetapkannya Takalar sebagai salah satu daerah penerima program Sekolah Rakyat untuk dua jenjang pendidikan sekaligus, yakni SMP dan SMA. Di tahun ajaran perdana, Sekolah Rakyat Takalar menerima 330 siswa, termasuk 60 siswa asal Kabupaten Gowa yang akan mengikuti sistem pendidikan berasrama.
Daeng Manye berharap, program strategis Presiden Prabowo Subianto tersebut mampu melahirkan generasi unggul dan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Ia juga mengajak siswa belajar dengan sungguh-sungguh serta meminta dukungan orang tua, agar Sekolah Rakyat menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan SDM Takalar.
Comment