Refleksi Satu Tahun, Bupati Takalar Fokus Digitalisasi Pertanian hingga UMKM

TAKALAR,  FINGERS– Satu tahun memimpin Kabupaten Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Wakil Bupati Hengky Yasin menempatkan penguatan sektor unggulan berbasis teknologi sebagai fokus utama pembangunan daerah.

Dalam Refleksi Satu Tahun Kepemimpinannya, Senin (2/3/2026), Daeng Manye menegaskan bahwa digitalisasi bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen untuk mempercepat produktivitas masyarakat.

“Teknologi adalah alat untuk melipatgandakan produktivitas masyarakat,” ujarnya. Sasaran utamanya, kata dia, adalah petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga pengusaha lokal.

Konsep pembangunan tersebut diarahkan pada sinergi antara teknologi dan potensi unggulan daerah—pertanian, perikanan, UMKM, serta pariwisata. Pemerintah daerah meyakini integrasi digital dalam setiap sektor akan menciptakan sistem produksi dan distribusi yang lebih efisien, transparan, dan kompetitif.

Di sektor pertanian, digitalisasi diarahkan pada pembenahan data produksi, akses informasi harga pasar secara real time, hingga penerapan pola tanam berbasis teknologi. Dengan pendekatan itu, pemerintah berharap petani dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga maupun cuaca.

Pada sektor perikanan, inovasi digital difokuskan untuk mendukung budidaya dan hasil tangkap yang lebih terukur. Sistem pencatatan produksi, pemetaan potensi, hingga akses pasar dinilai akan meningkatkan daya saing nelayan Takalar di tengah persaingan regional.

UMKM juga menjadi bagian penting dalam transformasi tersebut. Pemerintah mendorong pelaku usaha kecil dan menengah memanfaatkan platform digital untuk pemasaran dan transaksi. Langkah ini diyakini dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus mempercepat perputaran modal usaha.

Sementara itu, sektor pariwisata didorong memaksimalkan promosi berbasis digital guna menarik kunjungan wisatawan. Pemanfaatan media sosial, marketplace wisata, hingga promosi terpadu dinilai. (*)

 

Comment