Padel Kian Populer, Komunitas Senior Makassar Turun ke Lapangan

MAKASSAR, FINGERS–Demam olahraga padel yang tengah menjamur di berbagai kota besar ternyata tak hanya menyasar generasi muda.

Di Makassar, olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash itu justru menemukan gairah baru dari kalangan senior berusia 55 tahun ke atas.

Mereka menamakan diri Senior Padel Makassar, komunitas yang dihuni para tokoh, mantan pejabat, pengusaha, hingga eks atlet lintas cabang olahraga. Di bulan Ramadan tahun ini, komunitas tersebut menggelar turnamen bertajuk Senior Ramadhan League yang mulai berlangsung pada 23 Februari 2026 di Rebound Padel, Jalan Karunrung, Makassar.

Turnamen ini bukan sekadar adu ketangkasan memukul bola di lapangan berdinding kaca. Lebih dari itu, ia menjadi ruang silaturahmi, nostalgia, sekaligus penegasan bahwa usia tak pernah benar-benar membatasi semangat untuk tetap aktif.

Ketua Senior Padel Makassar, Hoist Bachtiar, mengatakan seluruh peserta merupakan anggota internal komunitas dengan batas usia minimal 55 tahun.

“Peserta semuanya internal member. Usianya 55 tahun ke atas,” ujarnya.

Nama-nama yang bergabung bukan sosok asing di Sulawesi Selatan. Ada mantan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Moh Roem, Ilham Arief Sirajuddin, Danny Pomanto, hingga Andi Aslam Patonangi.

Selain itu terdapat pula sejumlah eks pejabat seperti A Ilhamsyah Mattalatta dan Ilham Gazaling, serta kalangan pengusaha dan perbankan seperti Rudy Samsudin dan Hudli Hudury.

Meski sebagian besar telah melewati usia 60 tahun — bahkan ada yang lebih dari 70 tahun — semangat mereka di lapangan tak kalah dengan pemain muda. Banyak di antara mereka merupakan mantan atlet tenis, golf, ski air, hingga otomotif yang sudah terbiasa menjaga kebugaran.

Ketua panitia penyelenggara, Lally Hody, menjelaskan pertandingan digelar dua kali sepekan, setiap Rabu dan Minggu malam, setelah salat tarawih.

“Kita sengaja laksanakan setelah tarawih supaya tidak mengganggu ibadah Ramadan,” katanya.

Pemilihan waktu tersebut justru memberi nuansa berbeda. Di bawah sorot lampu lapangan, suasana pertandingan terasa hangat, penuh canda, dan sesekali diselingi gelak tawa.

Padel sendiri dikenal sebagai olahraga yang lebih “ramah” dibanding tenis karena lapangannya lebih kecil dan mengandalkan kerja sama tim dalam format ganda. Karakter ini membuatnya ideal bagi para senior yang tetap ingin kompetitif tanpa membebani fisik secara berlebihan.

Bagi komunitas ini, Senior Ramadhan League bukan sekadar turnamen mencari pemenang. Ajang ini menjadi momentum mempererat persahabatan yang telah terjalin puluhan tahun — sejak masa aktif di pemerintahan, dunia usaha, hingga organisasi olahraga.

“Ini juga untuk menjalin silaturahmi yang penuh canda,” ujar Lally.

Kemeriahan turnamen semakin terasa dengan kehadiran keluarga peserta. Anak-anak, cucu, hingga kerabat setia menyaksikan dari pinggir lapangan, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang khas.

Ramadan yang identik dengan ibadah dan kebersamaan kini juga diwarnai aktivitas fisik yang menyehatkan. Panitia menyiapkan sejumlah hadiah menarik bagi para pemenang, namun bagi sebagian besar peserta, kemenangan sejati terletak pada kebersamaan dan tubuh yang tetap bugar.

Fenomena Senior Padel Makassar menjadi gambaran bahwa tren olahraga modern mampu menjembatani lintas generasi. Di tengah maraknya gaya hidup sedentari, komunitas ini menunjukkan satu hal sederhana: usia hanyalah angka, selama semangat masih menyala, lapangan padel selalu terbuka.(*)

Comment