TAKALAR, FINGER – Pemerintah Kabupaten Takalar menindaklanjuti kerja sama dengan SIN Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang penempatan tenaga kerja, dengan mendorong para camat untuk aktif mensosialisasikan program rekrutmen pemuda/pemudi kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Takalar Daeng Manye saat memimpin pertemuan bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan para camat se-Kabupaten Takalar di Ruang Rapat Kerja Bupati Takalar, Rabu (4/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar Dr. Muhammad Hasbi.
Bupati Takalar menegaskan kepada seluruh camat agar menyampaikan informasi program tersebut kepada para kepala desa dan lurah di wilayah masing-masing.
Program ini menargetkan satu pemuda atau pemudi dari setiap desa untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) yang selanjutnya akan diberangkatkan magang ke Jepang.
“Pemerintah Kabupaten Takalar terus berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat dan menekan angka pengangguran, salah satunya dengan membuka peluang kerja dan pengalaman di luar negeri melalui program magang,” ujar Bupati.
Melalui kerja sama dengan SIN Indonesia, Pemkab Takalar membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Takalar untuk mengikuti program magang di Jepang. Hal ini juga didorong oleh masih minimnya jumlah tenaga kerja asal Takalar yang terserap di negara tersebut.
Karena itu, peran aktif para camat sangat dibutuhkan untuk menyampaikan informasi kepada para kepala desa dan lurah agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam program tersebut.
Bupati Takalar juga menegaskan bahwa biaya pendidikan dan pelatihan akan digratiskan dan sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Takalar melalui APBD.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keamanan dan perlindungan peserta selama berada di Jepang.
“Pemerintah Kabupaten Takalar hadir untuk menjamin proses pendidikan hingga pendampingan selama magang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menambahkan bahwa para peserta akan dibekali pendidikan dan pelatihan sebagai modal utama sebelum diberangkatkan. Melalui program ini diharapkan para peserta dapat memperoleh pengalaman kerja internasional serta meningkatkan perekonomian keluarga setelah kembali ke daerah. (*)
Comment